Sebut Menyebut Pembawa Bencana

Seringkali secara sadar atau tidak, kita ingin mengibarkan bendera milik kita setinggi-tingginya walaupun itu berada di tempat yang tidak seharusnya dan tanpa memperdulikan pandangan orang lain apakah itu sesuai dengan penilaian mereka atau tidak.

Ini selalu terjadi diantara kita, dan inilah sebenarnya yang jadi pemicu keretakan suatu hubungan baik antar sesama teman, sahabat, bahkan meluas sampai antar suku dan ras.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan sesuatu yang kita yakini, selama itu tidak menyerempet pada hal-hal yang orang lain juga meyakini tapi mungkin dengan cara yang berbeda.

Meyakini sesuatu berarti itu menyangkut satu hal yang sangat kita percayai dan agungkan bahkan orang bisa saja rela mati untuk itu. Nah, bayangkan jika seandainya itu sampai disentil ataupun dengan tidak melihat kekiri dan kekanan kita selalu menyebut dan membicarakan tentang apa yang menjadi kepercayaan dan keyakinan, padahal disekeliling kita ada orang-orang yang diluar kelompok kita dan punya pemikiran berbeda.

Tidak usahlah kita menutup mata dan telinga tentang apa yang sedang terjadi pada masyarakat dan bangsa kita sekarang ini. Pertentangan dimana-mana, keributan, tindakan anarkis, pemberontakan, sampai ada pertumpahan darah yang melibatkan banyak orang didalamnya. Ini merupakan akumulasi dari situasi yang memang sudah sangat buruk sebelumnya.

Sangat meresahkan memang tapi itulah yang harus kita alami. Sebagai bangsa yang besar tidak seharusnya kita berada dalam keadaan seperti ini, jika saja sesama kita mau lebih saling menghargai dan menghormati.

Sebagai manusia terkadang kita terlalu egois menganggap diri yang paling benar sehingga begitu gampangnya kita menyalahkan orang lain.